Sinetwit MAF1453 Episode 24 (Last Episode): "Roma! & La Grande Aquila"
story by: Felix Siauw
follow @ felixsiauw
1. Saat hari itu terjadi, Paus Sixtus IV sedang bersiap menempuh perjalanan panjang-melelahkan dari Roma ke Avignon, mengungsi

paus Sixtus IV (21 juli 1414 - 12 agustus 1484) >>
2. Mobil kuda disiapkan, huru-hara terjadi di kediaman paus di St. Pieter Roma, tampaknya sesuatu telah meresahkan mereka
3. Sixtus IV diungsikan ke kota di selatan Prancis, meninggalkan puluhan ribu jemaatnya yg berdia di kapel dan gereja mereka

saint peter 's basilica, markas besar katolik latin romawi
4. Mereka semua berlutut dibawah patung-patung sesembahan, berdoa dengan isak tangis dan ratapan, memohon dari suatu hal yg besar
5. Gerangan apakah terjadi sampai seluruh kota panik? Tidak, seluruh dunia Eropa barat menjadi panik?
6. Jauh di sebelah timur, selaksa pasukan Muslim terbesar yang pernah diingat pada waktu itu sedang dibariskan dan siap diperintah
7. Sultan Mehmed, yang sudah memasuki paruh abad terlihat garang, semangat mudanya menutupi usianya yang sudah tak muda lagi
8. Semenjak dia menaklukkan Konstantinopel pada 1453, tak henti dia secara konsisten memperluas wilayah lebih ke barat jauh
9. Rupanya Sultan Mehmed tak puas hanya dengan Konstantinopel, dia menginginkan Roma pula sebagai pamungkas prestasinya
10. "Yang mana akan kita taklukkan terlebih dahulu? Konstantinopel atau kah Roma?" Rasul menjawab "Konstantinopel lebih dulu"
11. Saat memasuki gerbang Konstantinopel, setelah mengucapkan pujian pada Allah, Sultan Mehmed juga menyatakan pada saat itu
12. "Aku bersyukur pada Allah yg memberikan kemenangan gemilang ini, akan tetapi aku juga berdoa kepada-Nya .."
13. "Agar Dia mengizinkanku hidup lebih lama lagi untuk mengepung dan menaklukkan Roma sebagaimana aku memiliki Konstantinopel"
14. Semangat jihad Sultan Mehmed sangat luar biasa, dia menaklukkan Serbia, Hongaria dan Albania dan sebagian besar Balkan

perluasan wilayah Kesultanan Utsmani dari 1453 (taklukknya konstantinopel) - 1481 (wafatnya Mehmed)
15. Api jihad terus menjilat kekufuran di Eropa bagian timur dan pada 1480 Mehmed menyampaikan pasukannya di Otranto-Italia
kota pertahanan laut Otranto yang terletak di timur kota roma, daratan italia sebelah timur
16. Visi Mehmed jelas, bahwa dia ingin menaklukkan Roma, mewujudkan bisyarah Rasulullah setelah Konstantinopel, ucapnya:
17. "Pada masa lalu, bangsa Barat menaklukkan wilayah Timur, maka aku akan menaklukkan Barat dari sebelah Timur"
18. "Dan membentuk serikat kepemimpinan dengan satu agama dan satu aturan di seluruh dunia!"
19. Kala Otranto ditaklukkan, Mehmed II menyiapkan pasukan dalam jumlah besar, bergerak menuju Italia, menuju ke kota Roma
20. Dan inilah hari itu, dimana Paus Sixtus IV dipaksa berkemas dengan kereta kudanya menuju Avignon, kota pengungsiannya
Avignon papacy, istana paus di Avignon - selatan prancis
21. Saat mobil hendak dijalankan, saat itulah Paus menerima sebuah surat dengan pesan singkat "La grande Aquila e Morto"
22. "Elang perkasa itu sudah meninggal" sebuah kata yang singkat namun memberikan eforia berkepanjangan yang besar di Roma
23. Sultan Mehmed, meninggal dalam perjalanan jihad menuju Roma pada 1481 dan saat itu usianya 49 tahun, Innalillahi
24. Tidak dipungkiri bahwa pria inilah yang diklaim oleh dunia kristen sebagai "musuh paling berbahaya yang pernah dihadapi"
25. Kata-kata ini adalah sebuah gambaran bagaimana secara konstan selama 30 tahun Mehmed II melakukan penaklukkan secara kontinyu
26. Ketika mendengar kabar kematian Sultan Mehmed, segera Paus dengan sukacita menggelar perayaan atas kabar itu
27. Pengirim pesannya bahkan dimuliakan, dan masyarakat Roma tenggelam dalam eforia hanya karena kematian 1 orang muslim.

makam fatih Sultan Mehmed II di pelataran masjid fatih - istanbul, turki
28. Gereja pun diperintahkan membunyikan belnya selama 3 hari berturut-turut atas alasan yang sama
29. Bahkan ratusan tahun setelahnya, pengakuan Barat atas keseganan mereka akan Mehmed II masih mendapatkan tempatnya
makam sultan fatih
30. John Freely penulis biografi berkata "When he died, he was preparing to take a vast army ke Italia to capture Roma."
31. That he would have menggantikan no one at the time doubted. "Subhanallah. Begitu yakinnya orang kafir mereka bakal takluk
32. Batas he lived another 20 years, Christian Europe would have been no more "
33. Subhanallah, coba kita bayangkan bersama-sama
34. Ada satu masa, dimana semua orang benar-benar percaya bahwa Roma akan takluk oleh Muslim.
35. Ada satu saat, dimana seluruh dunia sangat-sangat menyegani kaum Muslim.
36. Ada satu waktu, dimana 3 benua dan 2 samudera benar-benar disatukan oleh Khilafah Islam lewat kekuatan kesultanan Ustmani
37. Namun ada satu hal yang dilupakan oleh dunia barat, bahwa Roma belum aman sepenuhnnya, hanya ditunda saja penaklukkannya
38. Karena untuk mukmin, sejatinya Roma telah takluk, karena garis takdirnya sudah tergambar saat terucap dari lisan Rasulullah
39. Untuk kaum Muslim, kata Rasulullah mustahil dusta, dan pasti kejadiannya, yang mereka butuhkan hanya meyakininya
40. Tidak perduli berapa lama, tak perduli berapa banyak pengorbanan, yang menjadi tantangannya adalah seberapa kuat keyakinan
41. Kenyataannya, keyakinan Sultan Mehmed membawa pelajaran yang sangat besar untuk kita, 1453 telah mengubah dunia
42. Keyakinan Sultan Mehmed telah menggariskan batas antara khayalan dan keyakinan, yaitu bisyarah Rasulullah saw
43. Keyakinan Fatih Sultan Mehmed bukan hanya mengubah dirinya, tapi juga mengubah Utsmani, mengubah Khilafah Abbasiyah dan dunia
44. Maka karena keyakinan itu, Nama Fatih Sultan Mehmed akan selalu disebut sebagai salah seorang ksatria didikan Muhammad saw
45. Salah satu ksatria yang diinspirasi oleh ayat2 Allah dan bisyarah Nabi-Nya dan akhlaknya
46. Fatih Sultan Mehmed telah menjadi patrin untuk banyak insan muda dan perjuangannya akan selalu diingat oleh kaum Muslim
47. Dan yang paling penting, dia memberikan sebnuah arti bagi kita, bahwa Roma bukan mustahil ditaklukkan!
48. One man, only one man, dapat dibuat seperti perbedaan! One man can made a difference. Can we?

masjid fatih (fatih camii) - istanbul, turki
- Sinetwit MAF1453 THE END -
sumber: http://www.facebook.com/notes/muhammad-al-fatih-1453/sinetwit-maf1453-episode-24-last-episode-rome-la-grande-aquila/261427623930085